Rabu, 01 Oktober 2014

Selayang Pandang

Berawal dari sebuah kerinduan untuk menulis, menyuarakan isi hati, mengutarakan pikiran, berharap akan makna dan manfaat bagi semua, dengan sepenuh perasaan dan tekad, terciptalah sebuah rumah kecil nan sederhana yang terlahir pada Kamis Wage, 2 Oktober 2014 Pranata mangsa kapapat, Wuku Watu Gunung jam 11.00 dengan nama Resi Bisma Solo yang mengandung makna Renungan dan Sikap guru Bahasa Indonesia SMA Solo.
Tiada lain kecuali sebuah ajakan bagi sesama guru bahasa Indonesia SMA se Soloraya untuk berbagi pengalaman dalam membelajarkan Bahasa Indonesia pada para peserta didik tercinta di masing-masing sekolahnya. 
Dengan rumah kecil ini kita berharap akan muncul rumah-rumah lain di masing-masing kabupaten kota untuk memberikan ruang agar penghuninya  terus berkreasi, berkarya, mencipta, dan berbagi hinga terciptalah sebuah prestasi yang setinggi-tingginya, meski tidak akan sampai pada kesempurnaan (ingat: kesempurnaan hanya milik Sang Khalik).
Imbas dari semuanya tak lain adalah kemajuan para peserta didik khususnya dalam wilayah kebahasaan, lebih dari itu ranah sikap, kepribadian, keterampilan, hingga tercapai puncak kejayaan bangsa ini yakni generasi emas Indonesia tahun 2045 mendatang.
Teriring salam dari Solo the Spirit of Java, Bambang DS.